KSG-Social Adventure Club

Semangat Yang Tak Pernah Padam, Itulah Api Dari Sebuah Organisasi.

KSG-Social Adventure Club

Pelaksanaan lomba orienteering antar kompi di Yonif 411/6/2 KOSTRAD, Salatiga. 17-18 Mei 2013.

KSG-Social Adventure Club

Diskusi dan pemaparan bersama Mahasiswa Fakultas ilmu Sosial, PD III Cahyo Budi Utomo, tokoh dan masyarakat pesisir.. mengenai keadaan fisik maupun sosial daerah kota Semarang dan permasalahan bencana seperti Rob dan abrasi dsb

KSG-Social Adventure Club

Penanaman dan Rehabilitasi Mangrove dan tanaman pesisir yang dilakukan bersama- sama secara kontinyu dari masa ke masa juga menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan kesadaran masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan hutan mangrove di pesisir kota Semarang dan sekitarnya

KSG-Social Adventure Club

Aksi Damai Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April di Tugu Muda Semarang

Tampilkan postingan dengan label divorienterering-materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label divorienterering-materi. Tampilkan semua postingan

KSG-SAC dan cerita dari BIG ISOC 2013

    Dalam rangka memeriahkan lomba Orienteering BIG ISOC 2013 STARGIS, JURUSAN PJSIG, FAKULTAS GEOGRAFI, UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)., Divisi Navigasi KSG-Social Adventure Club FIS UNNES mengirimkan delegasi anggota KSG-SAC untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut Nama Delegasi : GEDE  ASWIN YOGA PUTRA Aka singek, MUHAMMAD FUAD HASAN aka Kemeng, HARYADI aka Kebo dan ALVIN FAUZI aka Ndoler. Lokasi Lomba berada di Labotarium Geospasial pantai Depok, Parangtritis, D.I Yogyakarta. Waktu : Jumat - Minggu, 15 – 17 November 2013.
      Orienteering sendiri adalah menggunakan kompas dan peta sebagai alat untuk menemukan titik yang telah ditentukan, sehingga penguasaan ilmu medan dan navigasi darat sangat diperlukan dalam lomba ini, selain itu kecepatan, ketahanan fisik dan ketepatan strategi menjadi faktor dalam penilaian lomba orienteering.
KSG-SAC sebagai organisasi pecinta alam yang berada dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial Unnes merasa tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam lomba orienteering ini, agar dapat mempraktekkan ilmu navigasi darat yang telah dipejalari selama berada di KSG-SAC serta menambah pengalaman bagi anggotanya.
Jumat, 15 November 2013
Sebelum berangkat, kami melakukan persiapan lebih dulu, persiapan meliputi:
1. Persiapan administrasi; fotocopi identitas, foto, surat delegasi, surat sehat dari dokter, dan biaya lomba 4 peserta dan 1 official sebesar Rp.495.000. yaitu 1 peserta Rp. 110.000 dan official Rp. 55.000 Biaya sebesar Rp. 300.000 berasal dari Fakultas Ilmu sosial.
2. Logistik; seperti makanan dan minuman yang diperlukan.
3. Peralatan; kompas, jam tangan, protaktor ,matras, alat masak dan alat makan.
Persiapan telah selesai, baru pada pukul 09.00 WIB kami berangkat menuju UGM Yogyakarta, dan sampai pukul 14.00 karena ada trouble di perjalanan yang dikarenakan hujan.
 
Sebelum Technical meeting di mulai kami melakukan daftar ulang dan  peserta diberi kaos, stiker, dan buku panduan lomba. Technical Meeting dimulai pukul 17.00 di ruang Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM. Pada kegiatan ini peserta diberi pengarahan tentang jalannya lomba,mulai dari tata tertib, peraturan, larangan dan pemberian hadiah. Pada saat TM ini peserta juga diberikan nomor dada yang ditentukan panitia dan sportident, kami mendapatkan nomor dada 92, 116, 117, 118. Pukul 20.25 WIB TM selesai, selanjutnya kami pergi ke Gelanggang Mahasiswa UGM untuk bertemu teman dan disana kami beristirahat sebelum itu kami mencari makan di daerah gejayan dan meloundry pakaian kami yang basah karena terkena hujan saat perjalanan berangkat ke jogja, setlah itu kami kembali ke gelanggang mahasiswa UGM ke sekretariat Merpati Putih untuk beristirahat.
Sabtu, 16 November 2013
Kami bangun pagi pukul 05.00 selanjutnya kami langsung sholat dan membersihkan diri karena jam 07.00 akan diadakan opening ceremony BIG ISOC 2013 di aula lapangan futsal Gelanggang Mahasiswa UGM. Setelah selesai membersihkan diri kami mengikuti opening ceremony BIG ISOC 2013 dengan seluruh peserta yang berasal dari penjuru indonesia dan acara pembukaan yang sangat meriah sekali dengan sambutan kepala Badan Informasi Geospasial, FONI, dan kepala jurusan PJSIG UGM serta diiringi Bali dance. Setelah opening ceremony selesai kami kembali ke sekretariat Merpati Putih untuk packing dan sebelum meninggalkan Gelanggang Mahasiswa UGM kami sarapan pagi di kantin, setelah itu kami langsung meninggalkan Gelanggang Mahasiswa UGM menuju Kost teman kami di daerah gondokusuman, Yogyakarta. Hari ini hanya ada perlombaan sprint distance untuk tingkat pelajar yang bertempat di kawasan kampus UGM dan untuk tingkat sipil perlombaan middle distance dilakukan esok hari di pantai depok, labotarium Geospasial. Sesampainya di kost, kami langsung istirahat dan pada malam hari kami membeli perbekalan untuk besok yaitu roti dan buah pisang serta vitamin dan kami juga makan malam dan setelah itu kami kembali ke kost untuk istirahat.
Minggu, 17 November 2013

      Bangun pagi sekitar pukul 05.00, kami bangun pagi agar dapat mempersiapkan segala sesuatunya seperti menyiapkan bekal, sarapan dan membersihkan diri, karena pukul 07.00 kami harus melakukan registrasi ulang sebelum keberangkatan ke labotarium Geospasial, pantai Depok, Parangtritis. Pukul 06.25 persiapan kami telah selesai dan langsung berangkat ke kampus UGM, disana kami melkukan registrasi ulang dan langsung mengikuti panitia menuju bus yang akan berangkat pukul 08.30 dan sekiranya perjalan memakan waktu satu setengah jam. Pukul 09.45 kita sudah tiba di lokasi perlombaan, kami bergegas melakukan pemanasan di lokasi karantina peserta lomba kami berempat mendapat posisi start yang berbeda. Alvin fauzi start diurutan 8, Muhammad Fuad Hasan start diurutan 20, Gede Aswin Yoga Putra start diurutan 52, dan Haryadi start diurutan 97. 
    Disini kami mengikuti lomba sesuai dengan tata tertib perlombaan yang sudah di sepakati sewaktu technical meeting pada hari jumat. Dalam perlombaan tidak ada halangan berarti, kami semua bisa mencapai garis finish dengan sehat dan tidak ada yang terkena diskualifikasi. Hasil perlombaannya dari tim KSG yaitu Haryadi dengan waktu tempuh 24 menit 11 detik menempati peringkat 4, Muhammad Fuad Hasan dengan waktu tempuh 25 menit 38 detik menempati peringkat 5, Alvin Fauzi dengan waktu tempuh 25 menit 46 detik menempati peringkat 6, dan Gede Aswin Yoga putra dengan waktu tempuh 40 menit 27 detik menempati peringkat 14 dengan total peserta adalah 22. Dengan hasil ini kami semua merasa tidak terlalu kecewa karena banyak pengalaman yang sudah kami dapat dari mengikuti perlombaan ini.
   
 Setelah semua selesai sekitar pukul 16.00 kami dan dengan rombongan peserta lainnya beserta panitia berangkat menuju rumah budaya Tembi untuk acara penutupan, disana kami mendapatkan fasilitas makan malam prasmanan dan hiburan akustik dari salah satu band ternama di yogyakarta dan acara puncaknya adalah penyerahan juara dan pada kesempatan ini tim KSG mendapatkan nominasi Best Fair Play BIG ISOC 2013. Kami menyambut dengan suka cita dan bersyukur mendapatkan trophy beserta uang pembinaan dan atlas kelautan dari Badan Informasi Geospasial, setelah acara selesai kami sempat berfoto satu tim dengan trophy dan kembali ke kampus UGM bersama seluruh peserta dan panitia.
Kami menginap satu malam di Gelanggang Mahasiswa UGM dan paginya 07.15 18 November 2013 kami berangkat menuju kampus UNNES dan sampai pukul 09.55  tanpa ada hambatan dalam perjalanan.
Alhamdullilah acara berlangsung dengan sukses, dan tim KSG mendapat Best Fair Play BIG ISOC 2013.


Latihan Orienteering KSG-SAC dengan Yonif 411/6/2 KOSTRAD Salatiga

Orienteering merupakan sebuah olahraga yang tergolong baru masuk ke Indonesia yang merupakan pengembangan dari Navigasi darat (sunting). Dalam perkembangan Orienteering di Indonesia, KSG-Social Adventure Club selaku wahana penyaluran bakat dan minat dalam kegiatan kepecintaalaman dan outdoor juga mulai mendalami olah raga ini melalui salah satu divisi yang terdapat di kepengurusan tahun 2013 yaitu Divisi Navigasi. Salah satu program divisi Navigasi adalah pelatihan mengenai orienteering, hal ini dimanfaatkan oleh salah satu senior KSG-SAC mas Anis hanafia (Kucing) yang juga salah seorang penggagas Orienteering di KSG-SAC untuk membantu dan berlatih bersama dengan Yonif 411/6/2 KOSTRAD Salatiga, yang juga kebetulan Mas Anis Hanafia ditunjuk oleh pihak Yonif sebagai salah satu pelatih Yonif 411/6/2 KOSTRAD dalam belajar orienteering. Acara ini sendiri berlangsung dari tanggal 17-18 Mei 2013 dan Yonif 411/6/2 KOSTRAD sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini. sebanyak 11 anggota KSG-SAC dibantu 2 anggota PALAFI (Pecinta Alam fisika) dan satu anggota SOC (Sragen Orienteering club), ditunjuk sebagai panitia pelaksana kegiatan lomba orienteering antar kompi Yonif 411/6/2 KOSTRAD, sekaligus sebagai peserta latihan orienteering selepas lomba telah selesai. Hasil latihan bukan sesuatu yang menjadi tujuan, namun semangat untuk berlatih bersama yang lebih utama untuk proses pembelajaran sera penyaluran bakat minat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat memberikan transfer ilmu dan pengetahuan serta menjalin tali persaudaraan antara lembaga yang ada, sehingga konsen kegiatan KSG-SAC tidak semata hanya berorientasi kegiatan lapangan dan lingkup kampus, namun juga merambah ranah sosial dan lingkup diluar kampus. Kebersamaan dan kekeluargaan dalam mencari ilmu akan lebih menguatkan ilmu yang telah didapatkan. Salam Lestari, Salam Orienter.

                                  Persiapan Lomba Orienteering antar Kompi Yonif 411/6/2 KOSTRAD

                                             Lomba Orienteering antar kompi Yonif 411/6/2 KOSTRAD

SEJARAH ORIENTEERING

Orienteering dimulai sejak akhir abad ke 19 di Skandinavia sebagai latihan militer, istilah “Orienteering” digunakan pada tahun 1886 di Akademi Militer Karlberg, Swedia yang berarti lintas alam dengan menggunakan bantuan peta dan kompas. Event orienteering pertama untuk militer diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1893, kemudian kompetisi pertama untuk sipil diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 1897 di Oslo.
Seorang pemimpin kepanduan, Mayor Ernst Killander mempopulerkan orienteering di Swedia. Beliau melihat anak muda saat itu kurang berminat dalam dunia atletik. Beliau mempopulerkan orienteering untuk menarik minat anak muda. Beliau mengadakan lomba orienteering dengan mengambil lokasi di pedesaan dan hutan yang sejuk dan mempunyai pemandangan indah sekitar lima belas kilometer selatan Stockholm. Lomba pertama diselenggarakan pada bulan Maret 1919 dengan jumlah peserta 155 orang. Sejak itu Orienteering semakin berkembang di Skandinavia sehingga beliau dikenal sebagai Bapak Orienteering.
Killander terus mengenalkan orienteering dikalangan umum. Kejuaraan orienteering tingkat kota pertama kali diselenggarakan pada tahun 1922. Pada waktu itu, kemampuan fisik lebih menonjol dibandingkan dengan kemampuan bernavigasi, karena titik-titik kontrol berada ditempat yang luas dan ketidak jelasan peta yang digunakan. Pertengahan tahun 1930an, kualitas peta mulai ditingkatkan, dan kemampuan bernavigasi menjadi lebih utama dibanding dengan kemampuan fisik. Pemenang adalah yang mampu bernavigasi dengan hebat, bukan hanya atlet terkuat.
Perkembangan orienteering di Swedia berlangsung dengan cepat, bahkan Swedia membentuk sebuah organisasi tingkat nasional yaitu The Swedish Orienteering Fed-eration (Svenska Orienteringforbundet, atau SOFT). Organisasi ini mengatur beberapa kejuaraan foot orienteering termasuk kejuaraan tingkat nasional pertama pada tahun 1937. Sedang orienteering dengan menggunakan ski, diatur oleh Asosiasi Ski Nasional.
Pemerintah Swedia menjadikan orienteering sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, mengingat orienteering dapat meningkatkan kebugaran juga dapat menambah pengetahuan tentang geografi. Bahkan saat ini pengetahuan peta menjadi bagian dari kurikulum siswa tingkat dasar sampai menengah. Siswa dapat belajar orienteering sekaligus belajar tentang pengetahuan alam dan konservasi. Perkembangan orienteering semakin pesat di Skandinavia dan sekitarnya.
Orienteering merupakan hobi nasional di Norwegia dan Finlandia. Kejuaran Nordic diselenggarakan setiap tahun. Pada tahun 1963 sebanyak 182,000 orang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan orienteering di Swedia. International Orienteering Federation (IOF) atau Federasi Orienteering Internasional berdiri pada tahun 1961 pada pertemuan di Kopenhagen. Dalam tiga tahun sebelas Negara ikut bergabung dengan IOF. Negara tersebut adalah: Bulgaria, Denmark, Cekoslovakia, Jerman Timur, Jerman Barat, Finlandia, Norwegia, Hungaria, Austria, Swiss dan Swedia. Sumber: Steven Boga, “Orienteering, The Sport Navigating with Map & Compass”

By: Anis Hanafia

orientering adalah


Orienteering adalah olahraga dimana orienteer (pelaku) orienteering mencari titik-titik kontrol di permukaan bumi dengan panduan peta, orienteer juga dapat menggunakan kompas untuk membantunya. Olahraga ini membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang kuat serta kemampuan dasar navigasi yang baik.
Olahraga ini tidak membutuhkan biaya yang mahal, hanya dibutuhkan peta dan kompas. Orienteering termasuk olahraga yang unik karena tidak hanya membutuhkan fisik yang kuat, tetapi juga diperlukan suatu keputusan yang baik untuk dapat melalui medan yang mempunyai karakteristik yang beragam.
Disiplin Orienteering
IOF (International Orienteering Federation) membagi empat macam:
1.       Foot Orienteering
Biasa dikenal dengan orienteering berlari, orienteer bisa berjalan kaki, lari atau jogging. Dalam event ini orienteer tidak diperbolehkan menggunakan alat transportasi apapun.
2.       MTB Orienteering
Kegiatan Orienteering ini orienteer menggunakan sepeda gunung untuk menemukan titik-titik control yang terdapat dalam peta.
3.       Ski Orienteering
Orienteer menggunakan alat ski dan lokasinya didaerah yang bersalju,.  Wah kalau yang ini di Indonesia kayaknya ga ada.
4.       Trail Orienteering
Orienteering yang membutuhkan kemampuan membaca peta dengan tepat dan medan yang sesuai.

Oleh: Anis Hanafia